Enter Header Image Headline Here

Senin, 15 Juli 2013

KISAH TONO DAN TINI



Tini gelisah. Sebentar-sebentar ke dapur, lalu balik lagi ke kamarnya, duduk di depan laptopnya yang sering mati sendiri kalau kelamaan menyala. Sebelum pergi ke tempat arisan, ibu berpesan padanya untuk memasak sayur asem. Tapi baru saja sayuran itu dipotong-potong, kepalanya dipenuhi oleh ide-ide cerita. Dia harus segera menuangkan ide itu sebelum lenyap. Tapi....
Bip, bip.... sms dari ibunya muncul lagi. "Tin, udah dimasak sayurnya? Sebentar lagi bapakmu pulang dan pasti mau makan." Jadilah Tini bolak-bolak ke dapur dan kamar.
Lagi sibuk bolak-balik antara kompor dan laptop, Tono pacarnya meneleponnya.
"Darling, jalan-jalan, yuukkk?"
Tini meradang. "Apaaa? Kamu gak lihat aku masak sambil ngetik?"
Tono bingung mendapat dampratan tiba-tiba dari Tini. Tapi setelah mendengar keluhan Tini, Tono pun berusaha menghibur.
"Wah, kamu hebat ya. Masak sambil ngetik. Gak sekalian sambil mandiin adikmu dan betulin genteng? Hehe. Tenang, Darling. Aku ke sana bantuin kamu ya. Aku kan jago masak. Kamu terusin aja ngetiknya."
Namun, tunggu ditunggu, Tono gak muncul juga. Tini kesal luar biasa. Dia kirim sms ke nomor Tono bertubi-tubi. "Kartonooooo, lo di mana? Katanya mau bantuiiiinn? Pasti lo lagi main karet gelang sama cewek-cewek tetanggamu itu kan? Kartonooooooooooooo...."
Hush, bukan masalah perempuan tetanggaku itu. Tapi aku lagi main gundu sama laki-laki dan perempuan amboy itu. Jawab kartono lewat pesan singkatnya. Tapi tidak semudah itu Kartini percaya kepada kartono. Kemudian Kartini mulai membanting Hape bututnya.  Lampiasan kegeramannya pada Kartono.
Bip.. bip…. Bunyi itu Tini abaikan. Karena kekesalan pada Kartono. Padahal itu sms dari ibunya yang menyuruhnya untuk membuat sambel, karena sambel di warung ibunya habis. Dan pelanggan ibunya meminta.
Tetap saja Tini mengabaikannya. Tapi bunyi kali ini, membuat Tini penasaran, apa yang akan dikatakan Kartono. Aih, bukan dari kartono malah dari Ketua Emansipasi sekolahnya. Maklum Kartini menjadi salah satu pegiatnya. Dan disinilah Kartini dekat dengan Kartono.
Kekecewaan Tini bertambah, karena pesan yang kedua ternyata ibunya. Sampai  dua jam dan selesai membuat pesanan ibunya, Kartono belum sms padanya. Kartini semakin geram.
            “Kartonooooooo, kamu nggak ngabarin aku!!!” marah Tini pada diri sendiri, sambil makan sambel rujak. Dunia ini tuh, sepi, kalau nggak ada kamuu, Tonooo…”
***
Semenjak jejak Kartono tidak ditemukan lagi oleh Kartini. Ia kebingungan, mencari belahan jiwanya. Tak satupun sms dari Kartono muncul ke layar handphone-nya. Jangankan sms, raganya pun sudah jarang dan lenyap bak tenggelam dalam lautan manusia di bumi.
                Tanpa ragu Kartini mneulis surat. Tini menyakini bahwa Kartono akan menerima suratnya.
Dear Kartono
                Sayangku kartono, aku begitu rindu denganmu. Kerinduanku bertambah, ketika engkau memnghilang dari pandangan mataku. Aku mencarimu di ruang Emansipasi. Tapi engkau tidak ada. Setiap aku mengirimkan sms, mengapa engkau tidak membalasnya. Maafkan aku sayang, aku terlalu cemburu denganmu. Kemarin, aku telah mengabaikan pesan singkatmu. Maafkan aku Tono. Balas pesanku ini. Aku rindu dengan suara dan menggelayut manja di bahumu.
                Tono, aku mencarimu, terus mencarimu. Kamu dimana? Aku ingin bertemu denganmu. Kabario aku ya sayangku. Karena aku tidak bisa jauh darimu.
Dari yang terkasih
Kartini
                Kali ini, Kartini harus menunggu lama. Menerima balasan surat atau  pesan singkat dari Kartono. Kartono, yang waktu itu ingin membantu  Kartini memasak, tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Bip.. bip.. sms dari Kartono. Kartini melompat kegirangan hingga kejedot atap kamarnya.
“Aduh.., tapi aku senang, akhirnya kartono sms aku.. Horeee….”
Kartono mengatakan, kehilangannya bukan tanpa alasan. Mengapa Kartini sms tidak dibalsnya. Karena ia sibuk dengan tugasnya. Lagi Kartini tidak percaya jika kartono sibuk mengerjakan tugas. Kejengkelannya bertambah lagi. KKartono tidak membelas sms-nya, lagi.
Dua hari, baru pesan singkat Kartini yang menanyakan keberadaan Kartono, ia terima. Belahan jiwanya menjawab, bahwa ia sedang berada di luar negeri. Kartini mencoba menggoda, “Kamu jadi TKI ya?” goda Tini. Tapi kali ini ia tidak usah menunggu lama. Kartono pun langsung menjawab dan menggoda, “Em, kasih tau nggak ya? mau tau banget apa mau tau aja?”goda Tono kemballi.
“Tonoooo,”teriak Tini lewat smsnya.
“Ah, Kamu… Aku ada… di… rahasia dong….”
“Tono, beri tau aku dong…, please.” Mohon kartini.
Sms Tini tidak dibalas lagi dengan Kartono. “Ih, Kartono, kanapa kamu tidak membalas sms aku lagi.”Gerutu Tini.
Kekesalan Kartini pad Kartono, ia lampiaskan juga pada ibunya. Kartini tidak mau membantu memasak lagi. Walaupun ibunya, telah memegang sapu di depan kamarnya.
Bip… bip…. “Aku di Australia, nggak jadi TKi tapi aku  sedang pertukaran pelajar TIni sayang..”
 Padahal waktu itu, Tono ada di depan kamar Tini. Kelewat kegirangannya Tini membuka pintu. Dan “Surprise….”. Tini kaget dan langsung memeluk ibunya  dan terutama Tono, untuk melampiaskan kerinduannya. “Ini, untukmu sayang….” Kecup Tono.

Mata Kulah Tafsir



As Syu’aro : 52
وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلا الإيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٥٢)
52. dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui Apakah Al kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui Apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan Dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
Al Maidah : 67
يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ (٦٧)
67. Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.[1] Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
Al Nahl : 125-128
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (١٢٥) وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ (١٢٦) وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلا بِاللَّهِ وَلا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ (١٢٧) إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ (١٢٨)
125. serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[2] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
126. dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan Balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.[3] akan tetapi jika kamu bersabar, Sesungguhnya Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.
127. bersabarlah (hai Muhammad) dan Tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.
128. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.
Ali Imron : 104 dan 110
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (١٠٤)
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ (١١٠)                            
104. dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[4]; merekalah orang-orang yang beruntung.
110. kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.


Ibrahim : 52
هَذَا بَلاغٌ لِلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوا بِهِ وَلِيَعْلَمُوا أَنَّمَا هُوَ إِلَهٌ وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُولُوا الألْبَابِ (٥٢)
52. (Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan (tentang Allah) dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.
Al Muzammil : 1-9
يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (١)قُمِ اللَّيْلَ إِلا قَلِيلا (٢)نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلا (٣)أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا (٤)إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلا ثَقِيلا (٥)إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلا (٦)إِنَّ لَكَ فِي اَلنَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلا (٧)وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلا (٨)رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلا (٩)
1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),
2. bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari[5], kecuali sedikit (daripadanya),
3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
4. atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu Perkataan yang berat.
6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).
8. sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.
9. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung.
Ibrahim : 14
وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الأرْضَ مِنْ بَعْدِهِمْ ذَلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ (١٤)
14. dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku[6]".
Ash Shaf : 2-3
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ (٢)
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ (٣)
2. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan (menyuruh) sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
Al Baqarah : 44
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ (٤٤)
44. mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?


[1]    Maksudnya: tak seorangpun yang dapat membunuh Nabi Muhammad s.a.w.
[2]    Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.
[3]    Maksudnya pembalasan yang dijatuhkan atas mereka janganlah melebihi dari siksaan yang ditimpakan atas kita.
[4]     Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
[5] Sembahyang malam ini mula-mula wajib, sebelum turun ayat ke 20 dalam surat ini. setelah turunnya ayat ke 20 ini hukumnya menjadi sunat.
[6] Menghadap ke hadirat Allah ialah Pertemuan dengan Allah SWT pada hari kiamat untuk dihisab.

Adanya Periode layak jalan angkutan umum



Memilih angkutan umum, merupakan salah satu pilihan yang saya pilih ketika akan menuju kampus. Namun, patut disayangkan, banyaknya angkutan umum yang membuat kita tidak nyaman. Baik dari berdesak-desakan, debu,dan lain sebagainya. Hal seperti itulah, yang terkadang banyak orang enggan menggunakan angkutan umum. Pemerikasaan layak atau tidaknya angkutan umum, serta kebut-kebutan antar angkutan sering terjadi karena mereka mengejar setoran. Banyaknya preman yang menarik pungutan liar tentang keamanan mengurangi pendapatan para supir angkot. Inilah yang mengakibatkan seringnya angkutan umum tidak memperhatikan kenyamanan penumpangnya.
                Memang, di Negara kita masih sedikit angkutan umum yang berada pada taraf nyaman, aman. Dibalik kelemahannya itu, dengan menggunakan jasa angkutan umum, kita mampu menghemat bahan bakar yang di gunakan tiap harinya. Selain itu dengan angkutan umum, kita mengurangi kemacetan.  Selain itu, biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar.
                Peremajaan angkutan umum mulai digalakkan. Akan tetapi itu, masih diragukan akan keamanan serta kenyamanan menggunakannya. Selain diremajakan, sebaiknya pemerintah memberikan periode atau masa penggunaan angkutan umum. Serta melakukan pengecekan setiap bulannya terhadap angkutan umum yang layak jalan maupun tidak.

Jalanan Bukan berarti Rumah Terbaik



Lusuh, dan kurus. Apakah pernah membayangkan kapan mereka istirahat? Kapan juga mereka bersekolah? Terkadang kita juga bertanya, Dimanakah orang tua mereka? Tidakkah orang tua mereka memberinya uang saku sehingga mereka harus mengais bulatan logam yang dilempar oleh orang? Bahkan tidak ada yang menyangka kalau mereka dipaksa oleh orang tuanya.
            Begitu juga dengan kisah yang banyak terjadi di wilayah Semarang. Gedung-gedung pencakar langit, semakin hari semakin bertambah. Mengakibatkan ruang bernafaspun semakin sempit. Ruang gerak untuk bercocok tanampun tak menghasilkan uang. Hanya beton dan aspal yang tak mampu menghasilkan apa-apa.
            Akhirnya, merekapun bermain di jalan-jalan, yang sangat membahayakan mereka. Asyiknya bermain di jalan menjadikan jalan untuk tempat merebahkan tubuh hingga mengais sesuap nasi dari koin-koin yang orang lain anggap tidak berharga. Jika tak ada koin itu, mereka berjualan Koran dan menawarkannya dengan memelas.
            Di sini, ya di kota yang hampir banyak menjadi pusat tujuan. Jika kota pimpinan Jokowi dincar sebagai harta karun yang berimpah. Sedang kota pimpinan Eks Soemarmo pusat ‘bermain anak-anak’. Dengan kata lain, disinilah jalanan menjadi ruang permainan serta penindasan anak-anak. Penindasan yang mengakibatkan banyaknya anak tereksploitasi.
            Mata pejabat hanya mampu melihat dari kacamata. Dengan mata telanjang mereka tidak mampu melihat realita yang telah terjadi di depan mata, ya di kota dimana dia pimpin. Tahun 2009 lalu, anak jalanan di kota Semarang semakin meningkat. Penanggulangannya terus diakukan oleh pemerintah. Saat ini, pemerintah boleh bernafas lega terhadap anak-anak jalanan. Tahun ini, menurut surat kabar local, ditulis bahwa anak jalanan semakin menurun. Namun, belum diketahui apakah tahun depan meningkat atau tidak.
            Keberadaannya terkadang diabaikan. Padahal adanya mereka perlu dikelola dengan baik. Bahkan mereka perlu diberi pengertian tentang bahaya hidup di jalanan. Namun, kenyataannya sekarang ini, bak angin yang berhembus, tak ada solusi konkrit yang mampu mengatasi membludaknya anak jalanan di wialayah kota Semarang.
            Sorot lampu merah menandakan sirene bahwa uang akan mereka dapatkan. Mereka berbondong-bondong seolah akan mendapatkan hujan emas dari mesin-mesin mewah yang ditunggangi para punggawa-punggawa yang mengelola uang rakyat. Ironi negeri yang tak pernah tuntas, bahkan tertutupi oleh ulah-ulah tikus rakus di gedung senayan.
            Kaki-kaki mungil itu, tak pernah lelah mengejar. Tangan kecil yang terus menengadah memohon belas kasih dari nyawa-nyawa yang lewat di depan pelupuk mata. Sengatan mentari kala siang tidak mereka hiraukan. Kulit hitam dan dekil malah menjadi peluru, untuk dijadikan amunisi dalam mendapatkan belas kasihan.
            Kepadatan yang sering terjadi dikota metropolis sering mengundang anak jalanan untuk mengais rezeki. Tak jarang banyak anak jalanan hasil dari penculikan, trafficking bahkan parahnya lagi mereka datang bukan karena paksaan, tetapi kemauan sendiri. Sungguh kenyamanan keluarga yang belum sepenuhnya memenuhi keinginan anak jalanan tersebut.
            Ditambah lagi, suasana metropolis yang lebih bebas daripada tanah rimbun pedesaan. Itulah yang mungkin jadi salah satu alasan mengapa mereka lebih memilih jalan untuk menuangkan ide kreatif mereka tanpa penolakan yang membuat gerah hati anak-anak jalanan tersebut. dalam lubuk hatinya mereka berkata, disinilah aku akan menuangkan cipta rasa, dan karsaku, dengan persetujuan ataupun penolakan tidak akan menggentarkan apa yang menjadi kemauanku.
            Sekilas apa yang mereka pikirkan terlalu fanatic, dan terkesan egois. Namun, disinilah mereka menunjukkan bahwa mereka itu ada. Mereka tidak hanya menjadi bayangan yang menyesaki jalanan. Negative belum tentu menjadi sebuah keburukan yang melanggar norma-norma serta aturan yang diterapkan.  Seolah anak jalanan adalah sampah yang harus disingkirkan atau perlu dimusnahkan. Nyatanya, tidak.
            Cobalah tengok dari sisi positifnya. Tak sedikit anak jalanan yang mampu berkreativitas. Membuat barang yang tidak berguna menjadi berguna. Seonggok sampah bila diolah mampu menjadi barang berguna dan mampu meningkatkan derajat kota bahkan Negara. Mengapa tidak?  jika anak-anak jalanan tersebut tidak dikucilkan dan terus dibina pastinya akan menjadi lebih baik. Setidaknya mereka yang putus sekolah akan mendapatkan ilmu. Ilmu tersebut akan membimbing mereka untuk meninggalkan jalanan.
            Memang sulit mengajak mereka meninggalkan jalanan. Karena mereka menganggap jalanan itu sebagai sarana, wadah, bahkan mediasi bagi mereka. Asumsi mereka muncul akibat dari ketidaknyamanan ketika mereka beraktivitas di rumah. Padahal rumah adalah tempat berlindung dari segala mara bahaya. Dibandingkan jalanan tidak ada artinya. Tapi beda jika dilihat dari kacamata anak jalanan. Mereka menganggap jalananlah yang melindungi mereka, mengerti mereka, memenuhi apa yang mereka mau.
            Solusi yang dapat dilaksanakan mungkin, mengumpulkan mereka dalam satu wadah. Bukan seperti panti asuhan akan tetapi seperti gubuk kreasi yang mamapu menampung aspirasi mereka. Serta mamapu mengarahkan mereka untuk tidak lagi menjamah jalanan yang tidak layak untuk menjadi temapt bernaung mereka. Serta di gubuk itu mereka mampu mengubah mindset mereka terhadap rumah tempat tinggal mereka dan dimana dia dilahirkan.            

Popular Posts

Recent Posts

Categories

Unordered List

Zawa Clocks Sumber : http://fatholthearseko.blogspot.com/2011/09/pasang-jam-mickey-mouse-di-blog.html#ixzz2HXe2rGXS

Text Widget

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Kaliwungu, Kendal, Indonesia
Pengalaman adalah guru terbaik

Followers


Tag Cloud

MENULIS MERUPAKAN SALAH SATU HOBI YANG TIDAK PERNAH AKU KETAHU. MENULIS PULA TELAH MELATIH DAYA INGATKU.. SO BEGITULAH PERTEMUANKU DENGAN MENULIS
Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info