CERITA SENJA
lama sekali aku menunggu. hingga debu penuh menyesaki jalan di depan pandanganku. Banyak angkot yang lewat, sayang tak ada ruang untukku nasuk dalam angkot. kesabaranku sudah habis. aku terus berjalan menyusuri jalan menuju rumahku. dari belakang terdengar suara klakson kendaraan bermotor menghampiriku. seorang pria paruh baya menawarkan bantuan. namun, aku tolak. karena rasa takutku . takut akan peristiwa yang sering terjadi. Bisa dikatakan beruntung, atau Rugi. mungkin pula kalian bisa bilang kalau apa yang aku lakukan itu suatu kebodohan. mungkin pula kalian bilang, "Kenapa nggak naik aja." maaf kawan, aku penakut. tidak seberani kalian. aku hanya bisa menyusuri tepian jalan dan menghasilkan debu-debu di alas yang aku pakai. Mungkin kalian bertanya, "Kenapa tidak SMS ayahmu? atau pacarmu? mungkin Temanmu?" tahukah kawan, itu semua sudah saya lakukan, al hasil tidak seorangpun yang menemuiku sore itu. dengan terpaksa aku melanjutkan perjalananku.
satu jam aku berjalan melewati robot-robot besi yang sedang mengantri. tanpa rasa malu aku terus berjalan. tak peduli walau kakiku berteriak. tak peduli kulit kelamku menangis. tak peduli badanku meringis. Dalam otakku, aku harus segera sampai rumah.Rasa syukur itu aku ucapkan. kumandang Isya' menyambutku di depan rumah. kulihat kaki, kulit , dan badanku, yang tak berdaya lagi. Sebagai gantinya kuberikan beberapa kecupan terima kasih. Terima kasih telah membantuku menuju rumah. Ku ucapkan pula pad Allah yang telah memberikan sesuatu yang paling berharga dalam jiwakuu.
terima kasihAllah....Kaliwungu, 20 Agustus 2013


0 komentar:
Posting Komentar