SATU WAJAH DALAM BUKU KECILKU
Satu cerita
mungkin buku yang pernah aku janjikan padamu, tidak akan sampai ke tanganmu. karena aku bingung harus menulis apa di buku itu. Aku merasa, kala aku tulis itu, semuanya penuh ambisi. tidak dengan hati. hanya ego yang mungkin saja tidak pernah aku miliki.
Ego itu, salah satu yang paling aku benci sekarang. karena ia telah menjauhkan semuanya dari apa yang aku sayangi. Ayah, Bunda, Kakak, Adik, dan tentunya kamu. Aku tulis lembar-lembar buku kecilku itu dengan penuh ambisi. tak peduli sapaan Ayah, Bunda yang membutuhkan bantuanku, tangisan adikku, dan tentunya sapaan kamu. walau sebenarnya hanya kamu yang ada di mata dan pikiranku saat itu.
Mungkin pula buku kecilku, akan aku jadikan harta karun, tidak ada yang tahu, kecuali aku dan Tuhan.
mungkin buku yang pernah aku janjikan padamu, tidak akan sampai ke tanganmu. karena aku bingung harus menulis apa di buku itu. Aku merasa, kala aku tulis itu, semuanya penuh ambisi. tidak dengan hati. hanya ego yang mungkin saja tidak pernah aku miliki.
Ego itu, salah satu yang paling aku benci sekarang. karena ia telah menjauhkan semuanya dari apa yang aku sayangi. Ayah, Bunda, Kakak, Adik, dan tentunya kamu. Aku tulis lembar-lembar buku kecilku itu dengan penuh ambisi. tak peduli sapaan Ayah, Bunda yang membutuhkan bantuanku, tangisan adikku, dan tentunya sapaan kamu. walau sebenarnya hanya kamu yang ada di mata dan pikiranku saat itu.
Mungkin pula buku kecilku, akan aku jadikan harta karun, tidak ada yang tahu, kecuali aku dan Tuhan.


0 komentar:
Posting Komentar