Enter Header Image Headline Here

Kamis, 04 April 2013

Perih Cinta Sesaat



Aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tak mau merajut cinta dengan seorang laki-laki sebelum aku bekerja. Aku juga telah berkata kepada Bundaku kalau aku tidak akan memiliki seorang pacar sebelum aku mempunyai pekerjaan. Di bulan Maret kemarin, seorang laki-laki mencoba mendekatiku. Bermula dari jejaring sosial. Selidik punya selidik setelah melalui pendekatan selam satu bulan, baru aku ketahui ternyata dia adalah kakak kelasku semasa SMA dulu.
            Hubungan ini, terus berlanjut hingga aku dan dirinya sebut saja namanya Desta. Lelaki yang untuk pertama kalinya mengambil hatiku. Kelucuannya, tingkahnya yang menggemaskan serta mampu memberikan warna setiap kata-kataku, sehingga aku bertekuk lutut terhadapnya dan perjanjianku roboh, layaknya rumah yang pondasinya kurang kuat. Aku menyanyanginya sepenuh hati. Sampai aku mengorbankan kepercayaan Bundaku terhadapku. Ya, aku rela berbohong demi Desta
            Setiap hari Desta mengirimkan pesan singkat yang membuatku tertawa. Tak hanya itu, perhatiannya terhadapku membuat hari-hariku yang sepi menjadi ramai. Ketika itu aku begitu merasakan betapa indahnya jatuh cinta. Hati ini seperti musim semi di Jepang penuh bunga sakura yang gugur dengan indahnya. Aku hanya bisa membalas pesan singkat dengan sebuah senyuman.
            Lewat pesan singkat Desta mengiriirmkan kata-kata yang maknanya tersembunyi mengabarkan kepadaku bahwa dia mengingkan seseorang tuk mengisi kekosongan hati. Sontak aku bertanya-tanya, apakah ini benar ia membbutuhkan hati tuk mengisi hatinya.
            Seminggu setelah ia mengirimkan kata tersebut, kita bertemu saat  aku selesai mengikuti istighosah bulanan di pondok dekat rumahku. Aku dan Desta sebelumnya telah sepakat bahwa kita akan bertemu disana. Namun, setelah aku tunggu beberapa lama, dia pun tidak nampak. Kemudian dia mengirimkan pesan singkat bahwa dia telah mennungguku di angkringan dekat pohon cemara. Kemudian aku menuju angkringan tersebut. dan disanalah kita bertemu.
            Hanya pembicaraan yang singkat, dan ia menanyakan, apa jawaban yang akan aku berikan kepadanya. Apakah aku menerimanya atau tidak. Aku akan memberikan jawaban jika dia mau menyatakan perasaanya terhadapku didepan mukaku. Dan Destapun mengatakannya didepan mataku.  Tapi aku menunda jawaban itu, aku mengatakan lepadanya , aku kan memberinya jawaban secepatnya.
            Kemudian aku pulang dengan kawanku. Sesampainya dirumah, dering pesan singkat dihandphoneku berbunyi, telah kuduga bahwa pesan singkat itu berasal dari Desta. Laki-laki yang telah merengkuh hatiku. Pesan itu berisi, bagaimana jawabannya. Iya tunggu sebentar ya.
            Tak selang berapa lama, aku menjawab pertanyaannya dengan rangkaian puisi dan aku menjawabnya iya, aku terima cintamu. Tepat empat bulan kita berkenalan 30 Juni 2012 aku resmi menjadi pacarnya. Hariku semakin indah. Berangkat kuliah tak lagi susah berdesakan di dalam Bis kota.  Berboncengan mesra. Serasa dunia ini milik berdua saja.
            Malam minggu yang biasanya kelabu, kini menjadi terang benderang hingga kupu-kupupun hinggap di setiap detak jantungku. Aku sering bepergian di angkringan serta bermain internet gratis disekitar area angkringan itu. Lokasinya tepat di sekolah kita dahulu. SMA tercinta. Kami sering berselancar didunia maya. Apapun yang kumau pasti dia turuti.
            Sebulan sudah kita lewati perjalanan cinta ini. Namun, tak semulus yang aku bayangkan. Keributan kecil mulai muncul. Bermula dari aku yang sibuk dengan organisasi kampusku. Pulang telampau sore, dimana Desta tak menyukainya. Hingga ia sedikit berubah denganku. Dulu ia tidak pernah telepon aku tengah malam, kini ia sering telepon aku tengah malam. Mengganggu tidurku juga tidur keluargaku. Ibuku terasa terusik dengan itu semua. Caci maki tak luput dari hari-hariku.
              Tiap malam ia terus menelponku, dari tengah malam sampai dini hari. Dan akupun jatuh sakit. Lagi-lagi Bunda memarahiku. Beliau mengatakan agar aku tak usah menggubris telepon darinya. Karena sayangnya aku denganya, nasehat Bunda ku abaikan. Amarah Bunda semakin meninggi, semakin tinggi pula ketidak pedulianku terhadapnya. Bunda diam aku tambah diam. Tapi masih terbesit rasa bersalahku. Namun, rasa cintaku tak mampu terkalahkan.
 Tepat dini hari Desta telepon aku. Mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku, ku sangat bahagia, dan kukira masalah aku dan  Desta selesai, ternyata tidak. Kebahagian itu tak bertahan lama. Karena itu pula aku ditawari dua pilihan yang mempertaruhkan harga diriku sebagai seorang wanita serta keduanya tak menguntungkan bagiku. Saat itu pula aku memutuskan aku memilih salah satu dari pilihan itu.
            30 Agustus 2012 bertepatan pula dengan umurku ke- 19 tahun. Tepat pula dengan berakhirnya hubunganku bersama Desta. Air mata mengalir dengan derasnya. Tak mampu berhenti. Tak mampu berkata-kata. Saat itu pula nyawaku hilang, tak ada gairah untuk beraktivitas. Ketika itu aku belum terima kalau hubungan ini berakhir sampai disini. Hanya saja aku tak mampu mengungkapkan perasaan bahwa aku masih mencintainya.  Teman-teman yang selalu menyangiku melakukan hal apapun untuk menghilangkan rasaku terhadapnya.
            Akun jejaring sosial di blokir olehnya. Siapa bilang akunku diblokir sehingga aku tidak bisa mengawasinya?. Itu salah besar, jejaring sosial yang sangat canggih memungkinkan penggunanya tidak hanya memiliki satu akun saja melainkan user bisa memiliki dua bahkan lebih. Dengan akun jejaring lainnya aku memantau aktivitasnya. Ketidak sanggupanku melupakannya membuat aku tak berdaya. Tidak mampu berkonsentrasi di dalam kelas, nilaiku jatuh. Ternyata hal ini mampu membangkitkan  semangatku dan menyadarkanku jika laki-laki itu tidak cuma satu. Masih banyak laki-laki yang lebih baik darinya.
Sebulan setelah itu, ada seorang wanita yang mengirimkan message kepadaku dan bertanya ada hubungan apa  aku dengan Desta, aku jawab kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita sudah putus. Sebelum wanita yang bernama Uci itu menanyakan, Desta mengirimkan pesan lewat aku jejaring sosial Ucik yang berisi penghinaan terhadapku. Hatiku serasa remuk dan tak terbayangkan lagi betapa sakitnya.
Lebih menyayat lagi, Ucik mengabarkan bahwa dia sudah berpacaran dengan Desta setahun yang lalu. Lebih lama dariku, dan terlebih sebelum Desta mengenalku. Aku kaget dan tidak menyangka bahwa Desta telah membohongiku. Aku benci dan benci serasa oksigen tak mau masuk di hidungku. Seketika cintaku musnah dan hancur berkeping-keping.
Penyesalanku mengakhiri hubungan ini hilang seketika. Tak ada penyesalan lagi untuknya. Kekerasan yang dia lakukan terhadapku membuatku trauma, dan berhati-hati dalam memilih seseorang. Kekecewaanku musnah, aku mengikuti perkataan temanpteman yang menyanyangiku. Saat ini pula aku tersadar bahwa perkataan orang tua itu benar adanya, Bunda, maafkan aku. Teruntuk Desta semoga kau menyadariu bahwa sikapmu itu pengecut,  semoga kau tak mengulanginya pada wanita lain,  cukup aku saja yang kau sakiti.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Recent Posts

Categories

Unordered List

Zawa Clocks Sumber : http://fatholthearseko.blogspot.com/2011/09/pasang-jam-mickey-mouse-di-blog.html#ixzz2HXe2rGXS

Text Widget

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Kaliwungu, Kendal, Indonesia
Pengalaman adalah guru terbaik

Followers


Tag Cloud

MENULIS MERUPAKAN SALAH SATU HOBI YANG TIDAK PERNAH AKU KETAHU. MENULIS PULA TELAH MELATIH DAYA INGATKU.. SO BEGITULAH PERTEMUANKU DENGAN MENULIS
Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info