PAGAR IMPIAN
Aku memang bukan terlahir dari rahim seorang penulis. Namun tekadku menjadi
seorang penulis adalah sebuah mimpi terindah. Akan tetapi mimpi itu terhalang
oleh pagar tinggi. Sulit dirobohkan.
Bahkan dengan serangan buldoser sekalipun tak mampu merobohkannya. banyak
pertentangan dalam menggapai impian. Jalan penuh kerikil tajam meyulitkanku tuk
bergerak.
Cita-citaku
menjadi seorang penulis tak direstui
kedua orang tuaku. Kuperlihtkan hasil karyaku kepada mereka, tetap saja
mereka tak peduli dengan karyaku.
Perjuanganku tak gentar sampai disini.
Sampai darah ini tak mengalir hingga deta jantung tak berdeta k aku akan
terus menggapai impianku.
Suatu saat nanti
akan ku buktikan bahwa aku bisa dan mampu. Ingat perjuangan masih panjang.
Biarkanlah nasihat dan tentangan itu sebagai jembatan menuju impian . buktikan
kepada mereka bahwa kamu bisa. Tunggu saja waktunya.
Tak henti-hentinya
kutulis setiap imajinasi dalam cerpen maupun puisi. Walaupun karyaku masih peru
perbaikan dan masih banyak kesalahan. Tak gentar, ku coba dan kucoba. Dan
akhirnya, satu petikan puisiku terbit juga. Meskipun hanya di wilayah lokal.
Tak apalah, inilah satu langkahku untuk menggapai impian.


0 komentar:
Posting Komentar