Enter Header Image Headline Here

Selasa, 07 Mei 2013

Sinopsis


Tonijan, seorang anak berusia Sembilan tahun.biasa dipanggil Toni. Memiliki watak pekerja keras, belas kasih. Namun, nasib yang ia terima tidak seindah dunia fana ini. berperawakan kecil, hitam dan sedikit tidak terurus.
Parmawati, ibu Toni, sekitar berumur empat puluh tahun. Memiliki watak sefikit keras. Berperawakan sedang, kulit dekil. Sorot mata tajam.
Tukija, ayah Toni. Pria berkumis tebal berumur empat puluh lima tahun ini. dilihat dari wajahnya memang sedikit garang. Berperawakan kurus, hitam dan sering sakit-sakitan. Pekerjaanya sebagai pemulung. Dengan penghasilan yang pas-pasan dan cenderung tidak mencukupi.
Bu Murti, guru kelas Toni. Berperawkan tinggi agak sedikit tambun. Tegas. Berumur 35 tahun. Kulit bersih.

SINOPSIS
     Beban hidup dipudak tak menghentikan langkah Toni menuju impian langit ke tujuh. Toni tak lelah mencari dan mencari. Hanya satu yang dapat Toni temukan yaitu menjual  keahliannya dalam bermusik,yah kata orang menjual suara saja sudah biasa. Namun inilah dorongan hati untuk mencapai tiitk klimaks.
     Sengatan matahari, memacu adrenalin Toni untuk terus berusaha. Toni hanyalah anak biasa, hidupku di gubuk sewaan,bukan milik sendiri. Inilah nasib Toni, Tonijan ya, nama pemberian orang tuanya. Toni hanya mampu menjual suara tepatnya mengamen. Setelah ia menjalani kewajibannya menuntut ilmu di SD Karsono Mukti, satu-satunya SD dimana aku tinggal. Setiap hari ia menjalani rutinitas sebagai pengamen dan pelajar.
     Pendapatan tak menentu, hanya cukup untuk membeli buku saja,padahal uang SPP harus ia lunasi. Suatu saat ia termangu melihat saudara-saudaranya yang masih belia. Mereka tak tahu apa-apa. Toni merupakan anak sulung dengan empat saudara yang tak dapat memberikan secuil kebahagiaan mereka. Rasa iripun  muncul, pada teman-temannya. Kenapa ia dilahirkan seperti ini. Lamunan itu hanya ilusi saja baginya, iapun terhenyak dan berkata” aku pasti bisa”
     Hari hari setelah pulang sekolah, ia sempatkan diri pergi ke kota. Sekadar mencari penghasilan untuk kelangsungan pendidikannya. Walau mengamen, dari sinilah Toni bisa bersekolah. Orang tuanya bekerja sebagai pemulung, tak sekolah, apa tahu tentang pendidikan, mereka hanya tahu bagaimana mencari pekerjaan dan pekerjaan untuk bertahan hidup.  Susahnya mengais bukan berarti tak bisa mengais ilmu.
     Tekad Toni sudah bulat, ia harus bisa menyelesaikan tugasku sebagai pelajar, dengan cara apapun akan ia lakukan untuk impian di ujung pelangi. Uang hasil mengamen, ia kumpulkan, sedikit demi sedikt, seratus perak sangat berharga baginya. Karena ia bukanlah orang kaya, tapi ia memiliki sesuatu yang jarang dimiliki orang lain. Apalah artinya uang jika niat tak ada. Toni harus berjuang mati-matian demi hidup dan kelangsungan pendidikannya.
     Suara pas-pasan, memacu dentuman jantung dalam raga. Petikan kentrung hasil karyanya, mengiringi lantunan lagu saat ia berdendang. Sorot mata penumpang bis kota menikmati ketukan-ketukan nyanyiannya. Kepenatan penumpang hilang seketika saat Toni melantunkan lagu syahdu. Kepingan logam berharga mulai memasuki kantong plastik yang ia buat dari bekas bungkus makanan ringan. Teman sejati pembantu Toni sekolah.
***
     Detik- detik terakhir  ujian kenaikan kelas. Selangkah lagi raport tergenggam ditangan. Saatnya ia membuktikan bahwa ia pasti bisa. Ujian berlangsung hikmat. Tak ada beban dalam menyelesaikan soal-soal ini. Toni yakin ia pasti yang terhebat walau ia hanya seorang anak pemulung.
     Seminggu ujian berlangsung, kini waktunya Toni menerima hasil belajarnya. Debaran jantung menghiasi langkah Toni, raport sudah ditangan, keringat dingin menetes ke sekujur tubuh. Gerakan jari perlahan membuka kertas demi kertas itu. Seperti tersambar petir di siang bolong, Toni terhenyak ternyata ia bintang kelas lagi. Inilah hidupku, perjuangan sampai titik darah penghabisan.

TREATMENT
01.    EKS. KAMPUNG PEMULUNG/ PAGI
Suasana kumuh langsung terlihat ketika cahaya matahari mulai menyorot perkampungan tersebut. Terlihat warga kampung tengah berlalu lalang menjalani aktivitasnya. Terlihat sebuah rumah dengan tumpukan rongsokan yang begitu banyak.

02.    INT. RUANG TAMU /SIANG
Terlihat Parmawati mulai bersiap-siap mencari rongsokan. Sedang Tukija menghitung hasil pencariannya kemarin untuk makan hari ini. sering kali terdengar tangis si bungsu. Sesekali Toni menenangkan adik bungsunya. Setelah adiknya tenang baru ia mulai berangkat sekolah dan tak lupa membawa kentrungnya.


03.    INT. RUANG KELAS/ PAGI
Bu Murti mulai membahas pelajaran hari ini. Toni memasuki kelas dengan tergopoh-gopoh. Menarik nafas panjang.


04.    INT. DALAM BIS/ SIANG
Suasana panas membuat penumpang bis merasa kegerahan. Terlihat penumpang bis mengipas-ngipas. Terdenggar teriakan kernet berteriak memanggil penumpang. Toni mulai memainkan kentrungnya. Hingga dua sampai tiga lagu. Bis melaju.


05.    INT. DALAM BIS/ SORE
Terlihat matahari beristirahat di ufuk barat. Tetapi Toni masih terus mendendangkan lagu dengan iringan ketrung. Kali ini ia berganti bis. Dan turun dekat perkampungannya.


06.    EKS. KAMPUNG KUMUH/ MALAM
Terlihat Toni menuju rumahnya. Sambil menghitung recehan yang ia dapatkan hari ini. Sedikit berbecek-becekan. Karena kampong itu habis diguyur hujan.


07.    INT. RUMAH TONI/ MALAM
Parmawati terlihat kelelahan. Tukija memberikan hasil penjualannya kepada Parmawati. Sedang Toni bermain dengan adik-adiknya.


08.    INT. RUANG KELAS/ PAGI
Toni menjalani ujian. Toni mengerjakan ujiannya dengan serius.  Sesekali ia memainkan pensilnya. Terlihat bu Murti mengawasi dengan mimic muka tegang. 


09.    INT. RUANG KELAS/ PAGI
Kelas sedikit tegang. Karena pembagaian raport akan segera dimulai. Akhirnya raport pun dibagikan satu persatu. Toni merasa gugup mengetahui hasil ujiannya. Kali ini raportnya diambilkan oleh ibunya. Secara perlahan ibunya mulai membuka raport secara perlahan. Dan Toni tersenyum bahagia.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Recent Posts

Categories

Unordered List

Zawa Clocks Sumber : http://fatholthearseko.blogspot.com/2011/09/pasang-jam-mickey-mouse-di-blog.html#ixzz2HXe2rGXS

Text Widget

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Kaliwungu, Kendal, Indonesia
Pengalaman adalah guru terbaik

Followers


Tag Cloud

MENULIS MERUPAKAN SALAH SATU HOBI YANG TIDAK PERNAH AKU KETAHU. MENULIS PULA TELAH MELATIH DAYA INGATKU.. SO BEGITULAH PERTEMUANKU DENGAN MENULIS
Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info