Enter Header Image Headline Here

Rabu, 03 Juli 2013

SHADOW



“Tolong, biarkan aku disini. Pergilah, aku akan tetap disini. Jangan paksa aku untuk ikut kamu. Jo…, tolong jangan paksa aku…, jangan…, jangan!” Ungkap Tisa pada Jonathan
“Ayolah Sa… ikutlah denganku, jika kau ikut denganku, kita akan menikmati bunga cinta Disana. Banyak cumbu-cumbu asmara, menikmati manisnya madu-madu yang telah kita kumpulkan. Kamu telah menarikku tuk melepaskan panah asmara. Engkau pula telah menaruh hatimu kepadaku.” Bujuk Jhonatan
 “Jo, aku katakan sekali lagi, tinggalkan aku disini, tinggalkan jo…. Memang kau yang telah mendapatkan hatiku, engkau pula telah berhasil memanah hatiku. Tapi untuk kali ini, aku tidak bisa ikut denganmu. Maafkan aku Jo… maaf.” Jawab Tisa

***
“Brukk…. Aduh!!!”
“ Tisa…. Kamu ngapain?” teriak ibu ketika ia melihatku jatuh dari tempat tidur
“ Nggak ngapa-ngapain Bu.”
“Ya, sudah deh, buruan mandi.”
“Baik Bu….”
Pandanganku entah kemana semuanya, terlihat maya. tubuhku seakan melayang-layang. masih terbawa mimpi semalam. Dadaku semakin sesak. Tak dapat menghirup oksigen yang  diberikan secara cuma-cuma. Akan tetapi bunga tidur itu masih mengakar dalam saraf-saraf  fikiranku.
Angin mana yang mengantarkan, apakah angin tropis ataukah angin muson, pertanyaan it uterus berkutat dibenakku. Tak dapat kupungkiri aku terus mengingatmu Jonathan…, salahkah diri ini jika terus mengingatmu? Lantunan nada-nada indah selalu menghiasi hariku, namun…, itu tak mampu menghilangkan bayangmu. Sehebat itukah dirimu yang mampu menaklukan hatiku?

“Arghhh, Tisa… sudahlah Jonathan sudah tiada…,” bentakku dalam hati mengingatkan diriku bahwa penakluk hatiku sudah pergi ke Surga.

Mimpi itu suatu pertanda bahwa Kekasihku akan meninggalkanku selamanya. Dia ingin mengajakkum namun, aku menolaknya. Mungkin pula Jonathan tak mau kehilanganku.  Terkadang aku masih merasa kalau dia selalu menemaniku dalam setiap detik aktivitasku.

Ternyata mimpi kemarin itu membasahi  luka yang telah lama mengering. Mungkin inikah yang dinamakan cinta sejati? Setia[ hari aku hanya murung menyesali apa yang sudah terlewati.  Aku tak bisa melupakan kamu Jonathan…. Aku ingin engkau kembali…. Hatiku berteriak dan meronta-ronta tidak terima dengan  kecelakaan itu.
***
Dipusaran ini aku hanya bisa memandangi batu nisanmu. Kuusap lembut, kutaburi bunga tujuh rupa, kusirami wewangian menyan. Kupeluk dan kuremas-remas tanah rumahmu.  Semua ini kulakukan karena kau rindu dengan canda tawamu. Engkau selalu membuatku tertawa lepas. Namun sekarang aku kehilangan tawaku.
“Tisa… sudahlah jangan kau tangisi kepergian Jonathan… biarkanlah Jonathan tenang disana” ucap Raisya menghiburku
“Aku belum sanggup, Re…, nggak sanggup….” Ujarku
“Ya sudah, tapi… kamu harus tegar, masih banyak orang menantikan kedatanganmu dan senyumu Tis…”
“Iya, Re….”
“Ayo kita pulang?”
“Baiklah….”
***
                                                                           Tisa
Jo…. Kamu kembali? Aku rindu kamu Jo…. Andaikan aku punya sayap akan kukepakkan sayap ini setiap hari agarku dapat menghampirimu. Aku ingin selalu dalam dekapmu Jo…. Sedetik kau tak  disampingku semangatku hilang seketika.  Kau yang selalu membuatku tersenyum, tertawa puas, bebandipundak hilang seketika.
                                                                      Jonathan
Tisa sayangku….  Iya aku kembali untukmu, aku kembali untuk menghiburmu, aku juga rindu padamu. Aku ingin seklai selalu disampingmu. Aku tak ingin berpisah darimu sedetikpun. Aku ingin selalu bersua dengamu. Tisa….

“Tis…, lagi ngobrol sama siapa kamu?” Tanya Raisya kaget
            Akupun terhenyak dan sosok Jonathan hilang.
“Jonathan....” dengan tampang lugu aku menjawab.
“Mana Jonathan? Tisa, ingat Jonathan udah nggak ada  Sayang….”
“Tapi dia ada tadi disini, dia datang untukku… Re….”
“Aku sudah dari tadi dibelakangmu, aku perhatikan kau tersenyum sendiri dan mengobrol sendiri.”
“Masak sih Re? tadi aku ngobrol sama ….”
“Ya sudah….”
***
                        Seminggu sudah Jonathan pergi, bayangmu masih menggelayut di otakku. Menusuk setiap tulang rusukku. Aku belum bisa menghilangkan bayang Jonathan. Dan aku masih menginginkan Jonathan… masih…. Dan masih….
                        Setiap hembusan nafas, tetesan darah yang mengalir, hanya Jonathan dan Jonathan. Rinduku tak dapat aku bendung walau setiap hari kukunjungi Rumah terakhirnya.

Terik mentari yang menyengat tak pernah kurasalkan saat aku bersama  Jonathan, Jhonatan bagiku melebihi malaikat. Dia begitu perhatian dan mengerti apa yang aku mau. Dia mengerti semuanya. Idia begitu menyejukkan ketika kemarau, dan menghangatkan tatkala penghujan.

Apakah aku terkena khayalan atau kah memang benar Jonathan masih mengikuti setiap gerak gerikku? Entahlah….
***
cerpen ini di muat di buku Antologi bersama "PERMATA JIWA"

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Recent Posts

Categories

Unordered List

Zawa Clocks Sumber : http://fatholthearseko.blogspot.com/2011/09/pasang-jam-mickey-mouse-di-blog.html#ixzz2HXe2rGXS

Text Widget

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Kaliwungu, Kendal, Indonesia
Pengalaman adalah guru terbaik

Followers


Tag Cloud

MENULIS MERUPAKAN SALAH SATU HOBI YANG TIDAK PERNAH AKU KETAHU. MENULIS PULA TELAH MELATIH DAYA INGATKU.. SO BEGITULAH PERTEMUANKU DENGAN MENULIS
Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info